Sabtu, 14 Maret 2020

Nyore di Pantai Jetis - Cilacap

21 September 2019, sore sekitar jam setengah lima-an tiba-tiba Enyak ngajak jalan ke Pantai Jetis.

Okelah berangkat...

Sekitar kurang lebih sejam-an kami sampai di pantai Jetis. Oh iya, kami kesana menggunakan 2 motor,

Mamas boncengan sama Enyak, aku sendiri (baru kali ini nyetir kendaraan di daerah lain Gaesss...)

Pantai Jetis pasirnya berwarna hitam ya, khas pantai daerah Jawa Tengah. Ombaknya gak terlalu besar,

enak buat main air .

Mungkin karena udah sore banget kami kesana, suasana pantai sudah mulai sepi ya.

Hanya terlihat beberapa orang saja yang berada disana. Matahari pun sudah beranjak turun, kami

menikmati pemandangan matahari terbenam ditemani suara ombak, syahdu....

Check ombak Gaes...

 *golden sun set in my hand


*calon mama mertua (waktu September, sekarang udah mama mertua) ☺


*milis bingit kalau kebagian pegang kamera, muka keliatan gede banget gaes


*ter love love awww


Yok mantai....

Jumat, 13 Maret 2020

Bukit Pentulu yang sudah tidak Indah - Kebumen

Hari kedua di rumah Mamas, gabut,bingung mau kemana, akhirnya kita coba browsing tempat wisata yang

belum pernah kita datangin.

Akhirnya muncul Bukit Pentulu Indah, pas lihat di internet sih lumayan bagus ya, berangkat....

Perjalanan yang kami tempuh kurang lebih sekitar satu jam setengah gaes.

Sampai disana ternyata tempatnya sudah gak indah lagi kaya namanya.

Gimana ya? Kurang terawat, terlihat gersang, beberapa spot untuk foto sudah mulai rusak.

Sayang banget, padahal lumayan banyak yang dateng pas saya disana.

Semoga bisa diperbaiki oleh pemerintah setempat, biar tetap bisa jadi destinasi wisata yang mampu

memberikan kontribusi untuk Kebumen.

Check ombak Gaes...




*beberapa ayunan mulai rusak


*kaya kali biru Jogja gak sih? ☺



*bonus foto ala-ala pre wedd lagi yaaa ☺


Yok dolan....

Caping Park - Purwokerto

Halo, Assalamualaikum, Namaste,

Mau cerita di kunjungan kedua saya ke rumah Mamas di Banyumas, saya main ke Caping Park di

Purwokerto.

Cerita sedikit, Mamas lahir di Banyumas tapi masa sekolah-nya di habiskan di Kendal kemudian Mamas

dan Enyak pindah ke Tambak - Banyumas. Kalo dari Yogyakarta, masih 3 jam lagi naik Bus ke rumah.

Biasanya saya naik Bus Efisiensi tujuan Jogja-Cilacap. Tarifnya Rp.70.000/org dapat air mineral satu botol.

Efisiensi sendiri ada shuttle-nya di samping bandara Adi Sucipto, dari shuttle kemudian diantar menuju pool

Efisiensi di Ambar Ketawang, beli tiket disana, kemudian berangkat.

Kunjungan kedua saya ini kebetulan saya berangkat sendiri dari Jakarta karena ada meeting di sana sehari

sebelumnya. Meeting sampai sore, ambil flight jam 18:05 dari Jakarta sampai Yogya jam 19:05, ambil

bagasi kurang lebih 30 menitan kok ya sudah jam 19:40- an, bus Efisiensi terakhir berangkat jam 21:00.

Berhubung jam 20:00 shuttle efisiensi sudah tidak melayani pengantaran ke Ambar Ketawang, akhirnya

cepat-cepat saya pesan Go-Jek. Go-Jek dari Bandara Adi Sucipto ke Ambar Ketawang waktu itu

Rp. 36.000. Alhamdulilah sampai di Ambar Ketawang mepet banget dan masih dapat bus, sampai rumah

Mamas sekitar jam 24:00.

Besoknya saya langsung ngajak Mamas jalan-jalan ☺. Setelah browsing-browsing akhirnya saya

memutuskan pergi ke Caping Park - Purwokerto.

Berangkat pagi-pagi sekitar jam 8-an, sampai tujuan jam 9, masih sepi Gaes jadi enak dan bebas mau foto-

foto tanpa antri☺. Tiket masuknya sendiri Rp. 10.000-Rp15.000 / orang kalau saya ndak salah ingat ☺

Btw, ada 2 spot yang kita harus ngeluarin duit Gaes kalau mau foto disitu, yaitu jembatan kaca dan ayunan.

Untuk foto di jembatan kaca dikenakan biaya Rp. 10.000 /orang dan harus lepas alas kaki. Untuk foro di

ayunan dikenakan biaya Rp. 25.000/orang.

Check penampakannya...

*jembatan kaca



*ala-ala pre wedd lagi ☺


*ayunan cinta ajalah nyebutnya ☺



*lampu-lampu room (((((LAMPU-LAMPU ROOM))))), masuk sini bayar juga deng Rp. 5.000/org dapat

air mineral kecil


*beberapa spot foto (free)







Yang mau bawa anak-anak bisa banget ya karena ada hewan-hewan kecil-kecil seperti kelinci yang bisa

dilihat disana.

Yok dolan...


Kamis, 12 Maret 2020

Explore Kebumen-Purwokerto (Part 3) - End

Masih ada tiga tempat yang akan saya share di blog post kali ini.

Langsung aja Gaes, cekidot...

4. The Village - Purwokerto

The Village sebenarnya tidak ada di itinerary tempat yang akan saya kunjungi. Berhubung saat kami mau

pulang dari Curug Jenggala ngelewatin tempat ini, akhirnya kami memutuskan untuk mampir, sekedar tahu

gimana sih tempatnya....

*ala-ala luar negeri




*view nya lumayan, tapi saya gak tahan panas banget, ngajak Mamas cepat pulang ☺


5. Waduk Sempor Gombong - Kebumen

Waduk Sempor ini dekat banget dari rumah Mamas, sekitar 15 menit-an kalo naik motor.

Kami kesana sudah sore sih, sekita jam 5 an.

Check penampakannya....





Pas kesini, gak terlalu banyak pengunjung yang datang.

Cuma beberapa anak muda yang lagi santai sore sambil jogging, ada juga beberapa penjual makanan dan

minuman.

6. Goa Jatijajar - Kebumen

Ke Kebumen gak lengkap rasanya kalo gak berkunjung ke Goa Jatijajar.Tempat wisata ini juga deket sama

rumah Mamas, kurang lebih 30 menit naik motor.

Kami kesini gak cuman berdua, tapi bareng Enyak (mama-nya Mamas), bulek dan anaknya bulek-nya

Mamas ☺






Nah, itu dia beberapa tempat wisata yang bisa jadi referensi kalian saat berkunjung ke Kebumen dan

Purwokerto.

Yok dolan....

Explore Kebumen-Purwokerto (Part 2)

Tempat kedua dan ketiga yang mau saya share penampakannya adalah Benteng Van Der Wijck dan Curug

Jenggala.

2. Benteng Van Der Wijck - Kebumen

Yang tau film The Raid 2 - Berandal, salah satu scene filmnya dilakukan di Benteng ini btw.

Benteng Van Der Wijck ini sebenarnya saya datengin sebelum saya berkunjung ke Pantai

Menganti (Explore Kebumen-Banyumas-Purwokerto Part 1).

Dari rumah Mamas waktu itu sekitar jam 2-3 siang menuju Benteng Van Der Wijck di daerah Gombong,

karena Gombong dekat banget sama rumah Mamas makanya kita putuskan untuk mampir ke Benteng ini

dulu sebelum menuju Pantai Menganti.  Tiket masuk ke Benteng Van Der Wijck waktu itu (April 2019) Rp.

25.000/org. Tidak banyak yang bisa dilihat disini Gaes, tapi cekidot....

*pintu masuk



*penampakan area dalam benteng





*bonus foto couple diatas kereta keliling benteng ☺


3. Curug Jenggala - Purwokerto

Sebelum dolan ke Purwokerto, saya sempat search tempat wisata yang lagi hits di Purwokerto dengan

menggunakan hastag #explorepurwokerto di Instagram dan kemudian munculah Curug Jenggala disitu.

Saya yang speechless liat betapa bagusnya Curug Jenggala, kemudian ngomong ke Mamas dan dia-nya

yang "Oke, nanti kita kesitu".

Dari rumah Mamas ke Purwokerto itu sekitar satu jam lebih tiga puluh menit naik motor Gaes, kami

berangkat dari rumah sekitar jam setengah delapan pagi biar gak terlalu panas (Purwokerto panas banget

btw). Satu jam setengah berkendara sampailah kita di tempat parkir tujuan.

Iyaaaa... baru sampai di tempat parkirnya doang Gaes. Dari tempat parkir kami harus jalan lagi lewat rumah

penduduk, hutan, waduk, sekitar satu jam-an buat sampai di Curug-nya. Pas sudah sampai, Allahu Akbar

bagus banget Gaes. Cekidot....

*jalan kaki menuju area pintu masuk Curug Jenggala - Kalipagu (ini baru start dari tempat parkir)



*pintu masuk


Jangan dikira sudah sampai di tulisan selamat datang itu, tujuan sudah dekat ya Gaes. Karena masih jauh

jalan masuk ke dalamnya, tapi gak berasa kok karena pemandangannya keren.

*tas gede isi air minum Gaes, haus....




*serius gak kaya masuk hutan pemandangannya




* Curug Jenggala





Salah satu alasan kenapa curug ini ngehits syekali adalah karena disana disediakan spot foto yaitu papan

berbentuk hati dengan background curug-nya. Ter-laaavvvvv banget viewnya....



*bonus foto couple ditengah pemandangan indah ini (always), ahaahahhaha


Bagus banget kan?

Seriusan, baru kali ini saya nemu tempat wisata air terjun yang bagus banget dan dikelola dengan baik.

Tiket masuk kalo gak salah waktu itu Rp. 15.000/org.

Ada beberapa warung penjual makanan dan minuman disana, cuman beberapa gaes, makanya tempatnya

kelihatan rapi bersih asri, karena kadang-kadang warung-warung itukan suka merusak pemandangan yah

kalo tidak tertata, untungnya tidak di Curug Jenggala.

Yok kesana....